Termasuk Penyanyi Celine Dion, Musisi Inggris Ramai-ramai Tolak Musik Hasil Rakayasa Artificial Intelligence

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 9 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyanyi Celine Dion. (Instagram.com @celinedion)

Penyanyi Celine Dion. (Instagram.com @celinedion)

INGGGRIS – Penyanyi Celine Dion memperingatkan penggemar untuk berhati-hati dengan lagu-lagu “palsu” yang dihasilkan oleh arttificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan yang beredar di platform daring.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Instagram, pada Jumat (7/3/2025), perwakilan dari pelantun “It’s All Coming Back To Me Now” itu menulis sebuah pernyataan keprihatinan.

Terkait beredarnya lagu “palsu” yang mengaku sebagai karya asli dirinya.

“Telah menjadi perhatian kami bahwa musik hasil rekayasa AI yang tidak berizin yang mengaku memuat penampilan musik Celine Dion, serta nama dan rupa Celine Dion.”

“Saat ini beredar secara daring dan di berbagai Penyedia Layanan Digital,” kata pernyataan tersebut, dikutip dalam laporan NME, pada Sabtu (8/3/2025) .

“Harap diperhatikan bahwa rekaman ini palsu dan tidak disetujui, dan bukan lagu dari diskografi resminya,” lanjutnya.

Meskipun mereka tidak menyebutkan nama lagu tertentu, sebuah cover lagu gospel “Heal Me Lord” karya Dion yang dibuat dengan AI baru-baru ini diunggah ke YouTube dan telah ditonton lebih dari satu juta kali.

Dion telah bergabung dengan banyak musisi yang menentang AI tahun lalu.

Di Inggris khususnya, para artis telah memprotes rencana pemerintah untuk mengubah undang-undang hak cipta.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Agar pengembang AI dapat menggunakan konten kreator secara penuh di internet jika mereka melakukan penambangan data atau teks untuk membantu mengembangkan model mereka.

Usulan tersebut akan memberikan seniman atau kreator “hak istimewa” untuk memilih tidak ikut serta.

Tetapi telah dikritik oleh banyak pihak yang percaya bahwa mustahil bagi seorang individu.

Untuk memberi tahu ribuan penyedia layanan AI yang berbeda, atau memantau apa yang terjadi pada karya mereka di seluruh internet.

Selain itu, Brian May dari Queen juga angkat bicara tentang usulan pemerintah.

“Ketakutan saya adalah sudah terlambat, pencurian ini sudah dilakukan dan tidak dapat dihentikan.”

“Seperti banyak serangan yang dilakukan oleh pemilik miliarder Al dan media sosial yang sangat arogan terhadap kehidupan kita. Masa depan sudah berubah selamanya,” ujarnya.

Paul McCartney juga mengkritik perubahan yang diusulkan, dengan mengatakan jika hal itu terus berlanjut.

Maka akan memungkinkan AI untuk menipu seniman dan mengakibatkan “hilangnya kreativitas”.

Demikian pula, Jimmy Page dari Led Zeppelin telah mengecam usulan tersebut.

“Ketika AI memanfaatkan kreativitas manusia untuk menghasilkan konten, ia sering melakukannya tanpa izin, atribusi, atau kompensasi. Ini bukanlah inovasi; ini eksploitasi”.

Selian itu, lebih dari 1.000 artis termasuk Damon Albarn, Kate Bush dan Annie Lennox merilis album bisu.

Sebagai protes terhadap rencana perubahan undang-undang hak cipta AI yang direncanakan oleh pemerintah Inggris.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Tambangpost.com

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hello.id dan Topiktop.com

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellobekasi.com dan Surabaya.on24jam.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

KOPLING 2025 Tawarkan Paket Tiket Lengkap, Ayo Pilih Hari Favoritmu Sekarang Juga
Rapunzel Hampir Diperankan Gigi Hadid, Disney Hentikan Tangled Live Action
Diton Fest 2025 Satukan Komunitas Urban dari Seluruh Nusantara
Sidang Perceraian Pratama Arhan dan Azizah Salsha Jadi Sorotan
Pengusaha Kafe Pilih Musik Bebas Royalti, Hindari Denda dan Pungutan Hak Cipta
OMG! Comic 8: Tumbal Sulam Bikin Bioskop Heboh Tahun Depan
Dukungan Terhadap Rakyat Palestina Disuarakan Kembali oleh Aktris Terkenal Dunia Angelina Jolie
Soal Asal-usul Keluarga Pemain Sirkus, Komnas HAM Dorong Kasus Oriental Circus Indonesia ke Ranah Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 15 November 2025 - 01:16 WIB

KOPLING 2025 Tawarkan Paket Tiket Lengkap, Ayo Pilih Hari Favoritmu Sekarang Juga

Rabu, 10 September 2025 - 14:53 WIB

Rapunzel Hampir Diperankan Gigi Hadid, Disney Hentikan Tangled Live Action

Minggu, 31 Agustus 2025 - 17:50 WIB

Diton Fest 2025 Satukan Komunitas Urban dari Seluruh Nusantara

Selasa, 26 Agustus 2025 - 06:39 WIB

Sidang Perceraian Pratama Arhan dan Azizah Salsha Jadi Sorotan

Senin, 4 Agustus 2025 - 11:16 WIB

Pengusaha Kafe Pilih Musik Bebas Royalti, Hindari Denda dan Pungutan Hak Cipta

Berita Terbaru